Selasa, 30 Maret 2010

Puisiku tak lagi Ironi

Meski ada saja kata2 puangga mahir yang buatku terperangah
dan merasa kencur amatir akan karsacinta prosa dan bahasa-bahasa bunga,
aku tak lagi merasa terluka terlahir sebagai manusia tanpa bakat

Sebab kutahu bukan sekat tinggi dan plakat emas yang ku cari...
Cukup bahwa puisiku tak lagi ironi dan brutal
seperti ketika hujan gagal mengembalikan ingatanku tentang
mengapa kusuka bau lembab selepasnya,
Atau mengapakepalaku bersukma kalimat lamat
yang senantiasa terpintal jalinan benang kusut dalam kepalaku

Aku tak tahu.....

Tapi biarlah jari anyirku menggumamkan satu persatu kekusutanku
Mungkin itu Cinta,
mungkin itu samsara_apa saja.....
apa saja yang bisa kusampaikan pada dunia
dan...kubisikkan pada hatimu...



{by: Anni Soetardjo....makasih Cinta..}

1 komentar:

  1. Semoga ada akhiran yang terbaik untukmu..Adikku...

    BalasHapus